Pengumuman


Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di sini, coba kunjungi santai2008.wordpress.com

Kamis, 27 Mei 2010

Meramal Penyakit Lewat Kulit Wajah

Wajah adalah ‘jendela’ jiwa, begitu bunyi sebuah pepatah Cina. Berdasarkan buku ilmu pengobatan Cina kuno, Huang Ti Nei Ching pada abad ke-50 sebelum Masehi, kondisi kulit wajah dapat menjadi indikator kesehatan organ dalam tubuh manusia.

Dr. Kevin Huang, Traditional Chinese Medicine Consultant, Kelancaran peredaran darah yang mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, tercermin pada kulit wajah sehingga dapat menggambarkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Untuk bisa mengetahui kesehatan tubuh melalui kulit wajah, diperlukan sebuah indikator atau pembanding. Dan indikator tersebut adalah kulit Anda dalam kondisi normal. Mengapa kulit Anda sendiri? Karena kondisi kulit normal setiap orang itu berbeda-beda.

Kulit normal ini bisa diamati ketika Anda sedang merasa sangat sehat, bugar, penuh semangat. Menurut Huang, saat kondisi kesehatan tubuh berubah (ada gangguan kesehatan), sebenarnya kulit wajah Anda pun ikut mengalami perubahan. Perubahan kulit yang bagaimana dan penyakit apa saja yang bisa diramalkan?

Sesuai dengan keempat elemen yang berpengaruh terhadap kehidupan, melalui warna kulit, Anda dapat melihat masalah kesehatan yang dimiliki. Amatilah bila kulit wajah mengalami perubahan sebagai berikut:

  • Bila kulit tampak lebih merah dari biasanya (elemen api), bisa diartikan terdapat gangguan pada jantung dan sirkulasi darah. Ada kemungkinan pula Anda menderita tekanan darah tinggi.
  • Jika kulit wajah terlihat kuning (elemen tanah), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan pada daerah lambung (masalah pencernaan) dan limfa.
  • Bila kulit tampak putih pucat (elemen logam), bisa jadi darah dalam tubuh Anda mengalami kekurangan asupan oksigen.
  • Kalau kulit tampak gelap atau hitam (elemen air), kemungkinan Anda mengalami gangguan pada saluran pembuangan tubuh dan saluran reproduksi.
  • Bila kulit wajah tampak berwarna kuning kehijauan (elemen kayu), dicurigai dalam tubuh Anda terdapat gangguan di organ hati atau pada sistem pembuangan zat-zat toksik (beracun).

(vivanews.com)

Melihat Penyakit Lewat Kuku

Adanya gejala penyakit bisa dikenali lewat berbagai cara. Misalnya saja dari warna muka, tahi lalat di bibir, simbol tertentu pada garis tangan, dsb. Di mata praktisi palmistri dan kesehatan, kuku juga sering diperhatikan. Berbagai jenis penyakit ternyata bisa diketahui lewat kuku. Barangkali info berikut bermanfaat buat Anda.

kuku cekung dan ujung-ujungnya tenggelam: mengindikasikan penyakit paru-paru dan jantung.

kuku sendok (terlalu tipis dan sisinya melengkung seperti sendok): anemia dan kekurangan zat besi.

kuku seperti amplas (kasar): eksim dan psosiaris (gangguan pada kulit yang mengakibatkan gatal dan luka). Psosiaris bisa membuat kuku terangkat dan mudah terlepas.

kuku bergaris horisontal: akan mengalami penyakit serius yang memerlukan operasi besar.

kuku kuning (atau hijau): bronkhitis

Selasa, 02 Maret 2010

Deteksi Lewat Hidung


Deteksi lewat hidung dengan menggunakan komputer bisa lebih baik daripada iris mata dan telinga

Selain deteksi iris mata dan sidik jari hidung bisa menjadi alat identifikasi yang lebih akurat, demikian temuan sebuah studi yang dilakukan Universitas Bath, Inggris.

Para peneliti mendeteksi berbagai jenis hidung dengan citra tiga dimensi dan kemudian membedakannya sesuai dengan bentuk ujung hidung, profil punggung hidung serta bagian nasion, atau area hidung di antara dua mata.


Peneliti menyimpulkan ada enam tipe hidung utama yaitu Romawi, Yunani, Nubia, tipe paruh elang, pendek-mancung, dan mancung-menonjol.

Karena sulit disembunyikan, demikian studi tersebut menyatakan, hidung akan menjadi alat identifikasi yang memadai dalam operasi pengawasan.

Peneliti menyebut hidung makin menjadi bidang kajian yang diperhatikan dalam studi biometrik, yakni studi tentang bagaimana membedakan identifikasi manusia berdasarkan sifat bawaannya.

"Hidung merupakan bagian wajah yang menonjol namun kegunaannya dalam studi biometrik belum banyak diungkap," kata peneliti Universitas Bath Dr Adrian Evans.

"Telinga sudah banyak dipelajari secara rinci, mata dipakai sebagai alat identifikasi lewat irisnya namun hidung belum disentuh."

Hidung merupakan bagian wajah yang menonjol namun kegunaannya dalam studi biometrik belum banyak diungkap

- Dr Adrian Evans


Para peneliti menggunakan sistem yang dinamai PhotoFace, yang dikembangkan para peneliti di Universitas West of England di Bristol, untuk mendapatkan gambaran tiga dimensi. Wajah dibuat modelnya dengan pencitraan komputer supaya hidung bisa dianalisa dengan rinci.

"Mulanya hasilnya jauh dari hasil identifikasi dengan iris mata, tapi dalam studi hidung ada keunggulan dan kelemahannya," kata Dr Evans.

"Tidak ada metode biometrik yang mampu memecahkan semua persoalan. Iris mata merupakan alat biometrik yang ampuh namun gambarannya sulit diambil dengan akurat serta kerap tersamar oleh bulu mata atau kaca mata. Orang juga mudah menutupi telinga mereka, misalnya dengan rambut."

"Tentu bisa saja orang yang jadi sasaran bisa hidungnya patah atau yang menggunakan hidung palsu atau operasi plastik untuk menyembunyikan hidungnya tapi itu akan mengubah wajah sangat drastis," kata Adrian.

Penelitian ini didasarkan pada studi 40 jenis hidung dan pusat datanya kini telah diperluas menjadi 160 jenis hidung untuk tes lanjutan apakah teknologi yang dipakai mampu membedakan orang dari satu kelompok dan membedakan satu orang dari kerabatnya.

(bbcindonesia.com)


Minggu, 17 Januari 2010

Wajah Ibarat Ensiklopedia


Oleh: Djulianto Susantio


Resensi Buku

Judul: Face Reading, Teknik Membaca Wajah
Penulis: Erwin Yap
Penerbit: PT Intisari Mediatama
Cetakan: 1, November 2009
Halaman: 122




Membaca wajah (face reading) adalah cara menakjubkan untuk melihat masa depan kita. Cara ini merupakan ilmu kuno yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja. Wajah dipercaya dipenuhi dengan petunjuk tentang karakter, tujuan, dan nasib seseorang.

Di Tiongkok membaca wajah sudah dikenal jauh sebelum abad Masehi. Pada awalnya, hanya tabib-tabib terkemuka di sana yang mampu membaca wajah. Tujuan utamanya adalah untuk mendeteksi suatu penyakit. Namun dalam perkembangannya, pengetahuan ini kemudian dikaitkan dengan seni meramal nasib.

Banyak orang memandang, penampilan fisik bukanlah hal yang pas untuk menilai seseorang. Membaca wajah pun tidak ada hubungannya dengan seberapa menariknya orang itu. Penampilan fisik diakui tidak bisa mengungkapkan kepribadian. Namun ciri-ciri wajah tidak bisa dibohongi. Banyak informasi akurat terdapat dalam wajah.

Wajah adalah petunjuk perasaan dan pikiran. Bahkan wajah ibarat ensiklopedia, karena berbagai informasi kepribadian dan karakter terdapat di dalamnya. Mungkin kita masih ingat bagaimana orang-orang tua zaman dulu berkata “wajahnya seperti setan”, “dia memiliki mata maling”, “mulut comberan”, atau “dahi profesor”. Wajah dipercaya mampu menguak rahasia yang bersifat pribadi sekalipun.

Wajah merupakan bagian yang paling mudah dilihat tanpa kita harus meminta izin kepada pemilik wajah itu. Hal inilah yang memudahkan pembacaan wajah, dibandingkan palmistri, misalnya.

Tidak dimungkiri, wajah banyak menyimpan rahasia karakter dan pengalaman hidup seseorang. Ini karena apa yang ditampilkan di wajah merupakan cerminan kondisi alam bawah sadar.

Bila kita dapat membaca wajah seseorang, maka hal ini bisa digunakan untuk menjalin pertemanan baru, merekrut karyawan baru, memotivasi diri, memilih bidang pekerjaan, dan masih banyak lagi. Bahkan bisa menunjukkan jalan keluar yang memungkinkan atas situasi tertentu. Pendeknya, memberikan inspirasi dan motivasi kepada seseorang.

Yang penting kita mengetahui kuncinya. Sebagai misal, dahi menyimpan informasi tentang hubungan dengan orang tua, tampilan hidung berbicara tentang kekayaan, dan telinga memberi petunjuk sejauh mana tingkat intelektualitas seseorang.

Tentu saja hasil dari pembacaan tidak lantas bisa memperbaiki nasib seseorang yang kehidupannya sedang berada di bawah. Soalnya adalah kehidupan seseorang diyakini “bagaikan roda pedati”. Artinya tidak selamanya kita hidup susah atau senang. Maka dari itu diri kitalah yang sebenarnya memiliki kekuatan untuk memutuskannya. Misalnya, jika dari wajah terbaca bahwa kita memiliki sifat boros dan malas, tentu sifat-sifat demikian harus segera diperbaiki. Begitu pula jika tergambar emosi yang tinggi, sulit bergaul, atau kurang pengertian. Diri kitalah yang mengubahnya, bukan orang lain.


Delapan bab

Erwin Yap dikenal sebagai praktisi face reading. Dia sering mengisi talk show di stasiun radio dan televisi. Pernah bekerja sama dengan redaksi majalah untuk tampil mengisi acara. Menurutnya, face reading adalah ilmu metafisika Tiongkok, tidak bersifat mistis ataupun klenik. Pengetahuan ini bisa dipelajari siapa saja karena bersifat praktis dan berhasil guna. Buku ini ditulisnya dengan tujuan berbagi ilmu dan membantu masyarakat untuk melihat potensi diri mereka.

Pada garis besarnya, buku ini terbagi atas delapan bab, yakni pendahuluan, trinitas kosmik, 5 bentuk dasar wajah, 12 astana wajah, 5 pejabat wajah, 5 elemen wajah, teori 5 gunung, dan titik umur. Dalam ‘trinitas kosmik’ diungkapkan 3 wilayah wajah sesuai metafisika Tiongkok. Lima bentuk dasar wajah disesuaikan pula dengan lima elemen yang ada dalam metafisika Tiongkok, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air.

Yap menguraikan pula 12 astana wajah, yang meliputi astana kehidupan, astana karier, astana kesehatan, astana harta, astana perjalanan, astana orangtua, astana kebajikan, astana persaudaraan dan persahabatan, astana properti, astana anak, astana jodoh, dan astana anak buah. Istilah-istilah ini memang agak berbeda dengan istilah-istilah yang dikemukakan buku sejenis lainnya, namun maknanya tetap sama. Ini soal teknis saja.

Diterangkan dalam buku ini, ada lima fitur yang menggambarkan lima fungsi dari kepribadian seseorang. Kelima bagian wajah itu adalah telinga, mata, hidung, mulut, dan alis. Memang masih ada kekurangannya. Beberapa bagian wajah, yakni faling (garis kerutan yang berjalan dari hidung melewati garis mulut ke arah dagu) dan jenchung atau filtrum (cekungan yang menghubungkan mulut dengan hidung), bulu mata, pipi, dan dagu, tidak diuraikan dalam buku ini.

Kekurangjelasan terdapat pada bab mengenai 5 bentuk dasar wajah. Bagaimana bentuk wajah kayu, api, tanah, logam, dan air tidak diuraikan dengan kalimat, hanya dengan ilustrasi. Wajah api, misalnya, hanya disebutkan berbentuk segitiga dan wajah kayu berbentuk segitiga terbalik. Mungkin kalau diuraikan lebih terinci pembaca akan lebih mengerti. Seharusnya disebutkan wajah api berciri-ciri lebar dahi lebih kecil daripada lebar pipi atau rahang. Begitu pula tipe-tipe wajah lainnya. Jadi ada patokannya.

Buku karya Erwin Yap ini, merupakan buku kesekian yang terbit di Indonesia mengenai teknik membaca wajah. Boleh dikatakan buku ini kurang lengkap karena tebalnya cuma 122 halaman. Isinya masih jauh dari memadai. Namun sebagai pelengkap dari buku-buku lain yang sudah terbit sebelumnya, buku ini amat bermanfaat, terutama untuk para pemula.

Kemungkinan buku ini disusun untuk para remaja. Ini terlihat dari tata bahasa dan gaya bahasanya. Meskipun demikian, buku ini layak dibaca oleh orang dewasa, seperti dokter, psikolog, penegak hukum, peramal nasib, dan peminat awam.

Tentu banyak orang ingin tahu bagaimana wajah para politisi, pejabat, sampai selebriti. Banyak dari mereka, memiliki wajah “imut-imut” tetapi kelakuannya “amit-amit”. Dengan membaca buku ini setidaknya kita tahu mana wajah jujur, wajah culas, wajah “bunglon”, dan sebagainya.

Khusus buat para remaja, buku ini pantas dibaca untuk membuat rasa pede lebih besar. Ditunjang sejumlah gambar tokoh internasional terkenal, seperti Puteri Diana, Nostradamus, Abraham Lincoln, Thomas Alva Edison, dan Mark Zuckernberg serta tokoh-tokoh dalam negeri seperti F. Widayanto, GM Sudarta, Benny Moerdani, Martha Tilaar, dan Jaya Suprana, materi pembahasan menjadi lebih mudah dipahami.

Kekurangan buku ini terletak pada penyuntingan dan tata letak. Pada daftar isi, misalnya, tertulis “Teori 5 Gunung”. Namun bila kita buka bab 7 itu, yang tertulis adalah “Teori Empat Air”. Juga terdapat beberapa kata yang tercecer. Simak saja penggalan berikut: ...Padahal kita tahu, Sedangkan daerah dahi yang ini... (halaman 105). Teori lima elemen dengan yin dan yang juga kurang dibahas, padahal semuanya adalah dasar penting untuk penganalisisan wajah.

Secara umum, buku ini mengandung segi manfaat buat pembacanya. Banyak pelajaran kehidupan tersaji di dalam buku ini. Manfaat itu antara lain karena teknik face reading membantu kita memahami orang lain dan diri sendiri, sehingga masalah dapat diantisipasi, benturan-benturan dapat dihadapi dengan lebih bijak, serta kita lebih mampu mengapresiasi teman dan rekanan.

Pemerhati Seni Oriental, tinggal di Jakarta

(Sinar Harapan, Sabtu, 16 Januari 2010)


Minggu, 13 Desember 2009

Dasar-dasar Membaca Wajah Versi Tiongkok


Fisiognomi Tiongkok mengenal sepuluh jenis wajah. Setiap jenis wajah memiliki ciri masing-masing. Namun, untuk memudahkan pengamatan, biasanya dipersempit menjadi lima jenis wajah, sesuai dengan lima elemen yang ada dalam metafisika Tiongkok. Perbandingan antara jenis-jenis wajah bisa dilihat di bawah ini.


bentuk-bentuk wajah menurut fisiognomi Tiongkok


Kelima jenis wajah yang dipersempit berdasarkan 5 elemen itu, memiliki sifat masing-masing, yakni:


Wajah Api (berbentuk segitiga atau lebar dahi lebih kecil daripada lebar pipi/rahang): mengubah persepsi orang, memberikan pencerahan/nasehat, membutuhkan sesuatu untuk berkarya. Contohnya karikaturis GM Sudharta




Wajah Air (berbentuk bulat atau lebar dahi relatif sama dengan lebar pipi/rahang): pandai, praktis, dinamis. Contohnya Martha Tilaar, Jaya Suprana






Wajah Tanah (berbentuk kotak atau lebar dahi relatif sama dengan lebar pipi/rahang): eksistensinya diam, tidak mudah dipengaruhi orang, membutuhkan suatu peristiwa yang mengguncang sebelum tergerakkan. Contohnya Thomas Alva Edison, Benny Murdani




Wajah Logam (berbentuk oval): pelopor, pembuka jalan, tegas, disiplin, menuruti aturan, ber IQ tinggi. Contohnya Mark Zuckernberg, Sir Edmund Hillary






Wajah Kayu (berbentuk segitiga terbalik atau lebar dahi lebih besar daripada lebar pipi/rahang): suka belajar, betah tinggal di satu tempat, mempunyai aspirasi, murah hati. Contohnya Nostradamus, Abraham Lincoln, Putri Diana, F. Widayanto







Minggu, 22 November 2009

Gambar Detil Wajah untuk Belajar Fisiognomi


Pada umumnya ilmu fisiognomi terbagi dua, yakni fisiognomi timur dan fisiognomi barat. Fisiognomi Timur berkembang di Tiongkok, sementara Fisiognomi Barat berkembang di Yunani. Namun, hasil akhir relatif sama. Karena sejajar, boleh dibilang tidak ada perbedaan di antara keduanya.








(diambil dari berbagai sumber di internet)

Belajar Fisiognomi


Belajar fisiognomi sekarang dimudahkan dengan adanya media internet. Banyak gambar dan uraian fisiognomi, meskipun uraiannya tidak mendalam, tersedia dalam berbagai situs. Bahkan perangkat lunak (software) fisiognomi juga bisa diunduh (download) secara gratis. Di bawah ada beberapa gambar yang diambil dari beberapa situs, mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan untuk belajar fisiognomi.


software digital physiognomy


bagian-bagian kepala, dikenal dalam frenologi

Ramal Jodoh

Tip Palmistri

Astrologi

Bazi

Shio Anda

KONTAK SAYA

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):