Pengumuman


Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di sini, coba kunjungi santai2008.wordpress.com

Kamis, 08 Oktober 2009

Kata Fisiognomi SBY Berpendirian Kuat & Romantis


Penulis: Djulianto Susantio,

Pengamat seni oriental, di Jakarta

Wajah adalah petunjuk perasaan dan pikiran. Wajah ibarat buku, berbagai informasi kepribadian dan karakter terdapat di dalamnya. Tak terkecuali wajah para tokoh (pejabat), bahkan presiden terpilih yang bulan ini bakal dilantik, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setidaknya, begitulah kenyataan empiris di banyak negara yang telah terbukti kebenarannya.

Mungkin kita masih ingat bagaimana orang-orang zaman dulu berkata “wajahnya seperti setan” atau “dia memiliki mata maling”. Bahkan istilah “hidung licik”, “mulut comberan”, “dahi profesor”, atau “dagu kejam” sering dilontarkan generasi orangtua atau kakek nenek kita.

Boleh percaya dan boleh tidak, wajah memang mampu menguak rahasia yang bersifat pribadi sekalipun. Berbagai karakter, sifat, kesehatan, keberuntungan, dan lain sebagainya bisa diketahui dengan mengamati bagian-bagian wajah.

Di dunia Barat, pengetahuan membaca karakter wajah disebut fisiognomi, gabungan dari istilah fisiologi dan anatomi. Sementara di Tiongkok, pengetahuan ini disebut xiang mian. Fisiognomi atau xiang mian sudah dikenal sejak ribuan tahun lampau. Pada mulanya pengetahuan ini digunakan oleh para dokter purba untuk mendiagnosis penyakit pasiennya.

Namun dalam perkembangannya, fisiognomi lebih banyak digunakan untuk meramal nasib, yakni untuk mengenal karakter dan kepribadian seseorang, untuk mencari jodoh, merekrut karyawan, menjalin mitra bisnis, maupun memperbaiki mental dan fisik seseorang. Teknik membaca wajah “lebih mudah” dilakukan dibandingkan dengan ramalan melalui tangan (palmistri), misalnya. Bukankah bila bertemu seseorang, wajah menjadi anggota tubuh pertama yang kita pandangi? Bahkan kiwari, wajah seseorang bisa dianalisis hanya lewat foto atau poster.

Praktisi pembaca wajah biasanya melakukan pengamatan terhadap ekspresi wajah, konstruksi tulang, serta pertumbuhan daging.urat kliennya. Selain oleh para dokter, seni membaca wajah juga banyak didalami para psikolog , pebegak hukum, dan peramal nasib. Bahkan orang awam pun, seperti penikmat atau pemerhati seni oriental banyak yang tertarik, karena buku-buku tentang hal tersebut memang sudah banyak tersedia di pasaran.


Suka mencari ilmu

Mengamati wajah seseorang, apalagi tokoh masyarakat yang sudah sangat terkenal seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya relative mudah. Wong wajahnya sering muncul di media-media cetak maupun elektronik. Bahkan sering menjadi penghias cover majalah, tentu saja bukan cover majalah sobeknya Tukul Arwana.

Pembacaan akan semakin mudah bila gambarnya relatif besar, seperti halnya Presiden SBY. Toko-toko buku banyak menjual poster sang presiden yang masa jabatannya bakal diperpanjang ini. Nah, mari kita mulai membahas bagian yang pasti paling membuat Pembaca penasaran: bagaimana kepribadian dan karakter Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurut fisiognomi? Mari kita teropong satu per satu berdasarkan “poster” tersebut.

Mulai dari dahi dan sekitarnya. Dahi SBY tergolong lebar. Hal itu mencerminkan orang yang pandai dan praktis. Dia diprediksi mampu menyelesaikan permasalahan-permasalah yang mengadang dengan mudah. Dahi demikian juga menunjukkan idealisme yang tinggi dan kaya akan gagasan. Sifat lain yang menjadi bawaan adalah toleran dan dapat menerima masukan dari orang lain.

Sedangkan keberadaan tahi lalat di dahi kanan sebagai tanda masa kecil yang kurang bahagia. Namun dapat juga menjadi pertanda orang yang gemar mencari ilmu meskipun sudah berumur atau berusia lanjut.

Dari dahi turun ke mata. Mata SBY menunjukkan kecerdasan. Dia memiliki kekuatan membujuk yang besar dan sangat meyakinkan, bahkan dalam menghadapi lawan sekalipun. Dia juga kuat, gigih, stabil, tegas dalam pendirian, dan percaya diri. Kecuali itu, beliau memiliki penilaian yang seimbang dan pandangan yang jelas mengenai dunia. Orang dengan mata demikian juga waspada dan apa yang dilakukan selalu terukur. Tindakannya bersifat idealis, penuh inspirasi, romantis, serius, dan berkarakter bagus.

Sementara alis SBY memerlihatkan sifat teliti, berhati-hati, selalu ingin tahu, dan pemerhati yang baik untuk kepentingan dirinya maupun orang lain. SBY juga tidak mudah terganggu serta bisa mengatasi segala persoalan dengan cepat dan tenang.

Bagaimana dengan hidung? Hidung panjang dan lurus yang dimiliki SBY pertanda hoki yang bagus. Pun lambang kepribadian ramah dan hangat, memiliki empati pada permasalahan orang lain, memiliki perilaku yang berbudi, mempunyai standar yang tinggi untuk diri sendiri, dan daya akalnya besar, juga ditandai hidung seperti ini. Pada bagian lain, hidung demikian melambangkan tingkat energi yang tinggi dan keingintahuan yang besar.


Bukan orang yang suka diatur

Selain oleh mata dan hidung, tingkat intelektualitas SBY diketahui dari telinga yang besar dan tinggi. Arti lain dari telinga seperti ini adalah pemikir yang orisinal dan bukan tipe orang yang suka diatur. Pemimpin-pemimpin besar di masa lalu mempunyai telinga seperti SBY. Ahli-ahli fisiognomi purba percaya, telinga seperti itu bermakna “dia mendengar dari semua sisi sehingga dapat membuat keputusan yang baik”.

Filtrum atau jen chung (semacam jembatan penghubung antara hidung dengan bibir) SBY terlihat menonjol, menunjukkan tingkat vitalitas. Berarti energi yang dimiliki SBY kuat dan sehat. Kehidupannya bahagia, stabil, dan makmur. Sempit pada bagian atas dan lebar pada bagian bawah dengan garis-garis yang jelas pertanda SBY mempunyai lebih banyak anak laki-laki daripada anak perempuan.

Bibir atas SBY lebih tipis daripada bibir bawah. Ini artinya ketidakmampuan dalam melakukan timbal balik dalam hubungan. Dia jarang dapat memberikan respon yang seimbang untuk menjaga kelancaran hubungan. Namun bibir seperti itu menandakan penuh perhatian dan sensitif. Dia juga cerdik, dapat cepat keluar dari berbagai situasi yang sulit, cerdas, dan bijaksana.

Dagu SBY menunjukkan orang yang keras kepala. Pendiriannya kuat, artinya tidak mudah dipengaruhi oleh pendapat orang lain. Dia pun akan mendapatkan keberuntungan dan kehidupan yang menyenangkan. Lagi, karakternya kuat dan tidak tergantung pada orang lain. Dari suara dan gaya bicara, tersirat kewibawaan dan ketegasan.

Apakah ramalan-ramalan tersebut banyak tepatnya, sedikit tepatnya, atau malah tidak tepat sama sekali, tentu hanya Presiden SBY (atau mungkin Ibu Negara Ani Yudhoyono) yang tahu.


BOX 1

Setor Wajah Sebelum jadi Pejabat

Zaman dulu, para penguasa Tiongkok, Yunani, dan Romawi kerap mengandalkan para penganalisis wajah untuk mencari para pejabat yang akan didudukkan di pemerintahan. Kaisar-kaisar Tiongkok selalu memilih pembantu-pembantunya, mungkin setingkat menteri sekarang, berdasarkan saran dan usulan “penasehat pribadi” mereka. Demikian pula kaisar Romawi yang amat terkenal dalam sejarah dunia, Julius Caesar.



BOX 2

Enyahkan Tahi Lalat di Fa ling

Salah satu hal yang sering kali diabaikan orang dalam melihat wajah adalah adanya kerutan. Yakni kerutan yang berawal di sisi hidung bergerak menuju (sudut) mulut, bahkan ada yang menuju ke sekitar dagu. Dalam fisiognomi Tiongkok, kerutan itu disebut fa ling.

Fa ling lebih mudah terlihat pada pria daripada wanita. Ajaran Feng Shui Tubuh mengatakan pria di atas usia 30 yang tidak menampakkan fa ling, tidak akan mencapai umur panjang. Normalnya, garis ini harus terbuka, terlihat dengan jelas, dan melalui sudut mulut. Tipe kerutan ini merupakan tanda kehidupan yang panjang dan sehat.

Selain mengindikasikan kesehatan dan umur, fa ling sering menjadi pertimbangan peramal-peramal Tiongkok purba untuk mengetahui status sosial seseorang, termasuk apakah dia bakal menjadi penguasa (kaisar) atau tidak. Sesungguhnya, tidak ada fa ling yang positif dan negatif karena setiap fa ling memiliki karakter tersendiri.

Konon sejumlah kaisar Tiongkok memiliki fa ling yang menyebar dalam lengkungan yang lebar dari sisi hidung dan berjarak dari sudut mulut. Umumnya, kaisar Tiongkok yang memiliki fa ling demikian, sukses menjalankan tugas kenegaraan.

Dari hasil pengembangan pakar-pakar fisiognomi Tiongkok purba, memang tidak secara tersirat dikatakan mereka yang memiliki fa ling demikian akan sukses sebagai kaisar. Namun digambarkan “mungkin akan sukses dan terkenal, khususnya dalam bidang kreatif, perdagangan, atau adminsitratif”.

Pemilik fa ling seperti itu juga diyakini oleh pakar-pakar fisiognomi Barat dapat menjadi pemimpin yang cakap, baik sebagai perdana menteri maupun kepala negara. Lebih lanjut dikatakan, orang itu memiliki kemampuan luar biasa dalam mengombinasikan pemahamannya tentang praktik-praktik bisnis dengan pekerjaan yang sifatnya artistik.

Apalagi bentuk dagunya kuat (persegi atau membundar dan menonjol) dan apabila tatapannya berwibawa, maka dia berpotensi untuk menduduki posisi puncak.

Nah, sekali lagi, boleh percaya dan boleh juga tidak, di negara kita pemimpin yang memiliki fa ling mirip seperti itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dagunya juga kuat. Begitu pun suaranya, intonasinya bagus.

Bagi mereka yang tidak memiliki “fa ling para kaisar”, bukan berarti tidak bisa menjadi pemimpin. Fa ling Soeharto, misalnya, tidak berbentuk seperti itu. Namun, Soeharto mampu memerintah negara selama 32 tahun. Fa ling Soeharto lebih mirip lengkungan tidak terputus yang mengarah ke dagu tanpa menyentuh sudut mulut. Hal itu menandakan panjang umur. Nyatanya ketika wafat pada akhir Januari 2008 lalu, Soeharto telah berusia 87 tahun.

Sebaliknya sangat berbahaya bila pada fa ling terdapat tahi lalat. Itu pertanda marabahaya dari kecelakaan di darat dan air, bahkan bisa menyebabkan kematian. Komedian Taufik Savalas, juru kamera SCTV Gusti Syaifullah, dan “Si Pemburu Buaya” asal Australia, Steve Irwin, ternyata memiliki tahi lalat di fa ling. Taufik meninggal karena kecelakaan lalu lintas, Gusti tenggelam di laut ketika sedang melaksanakan tugas jurnalistik, dan Steve disabet ekor ikan pari beracun ketika sedang membuat film dokumenter.

Kematian memang takdir Tuhan, namun menurut para pakar fisiognomi, tanda-tanda di wajah bukanlah suatu kebetulan. Tanda-tanda itu sudah diberikan Yang Maha Kuasa sejak seseorang dilahirkan. Kita tidak tahu apakah SBY pernah diramal bakal menjadi presiden ketika masih bayi dulu (seperti halnya para calon Kaisar Cina diramal sejak baru lahir). Namun yang kita tahu, perjalanan nasib memang akhirnya menuntun SBY menjadi pemimpin negeri ini.

Sedangkan yang kita belum tahu, apakah kepemimpinannya akan melegenda seperti halnya legenda sejumlah Kaisar Cina yang namanya harum hingga mancanegara. Untuk yang satu ini, silakan bersabar, masih ada waktu lima tahun ke depan untuk menyimpulkan.


(Intisari, No. 555, Oktober, 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramal Jodoh

Tip Palmistri

Shio Anda

KONTAK SAYA

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):